Kenapa Liverpool Semakin Buruk ?, Ini 5 Penyebabnya !

liverpool semakin buruk

Liverpool semakin buruk – Entah apa yang sedang terjadi dengan anak asuhan Jurgen Klopp sekarang. Hingga memasuki awal paruh kedua Liga Inggris, kekalahan demi kekalahan terus menghantui di setiap pertandingan Liverpool. 

Sejak mereka berhasil menjuarai Liga Inggris musim sebelumnya, Liverpool belum menunjukkan strategi mereka yang kita kenal dengan gegenpressing. Tidak ada salahnya jika mereka merubah strategi di musim ini, mungkin ada strategi baru untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Gegenpressing memang jurus ampuh Liverpool untuk menakutkan lawannya. Namun, ada banyak resiko yang diambil ketika menggunakan strategi tersebut. Butuh fisik yang prima, jika tidak maka stamina akan cepat habis. Cedera juga merupakan salah satu dampak menggunakan strategi tersebut.

Lalu apa saja sih yang menyebabkan Liverpool semakin buruk hingga saat ini ?. 

baca juga : 9 Pelatih yang meraih Treble winner di Eropa, Tidak ada nama Jurgen Klopp!

Berikut, 5 hal yang menyebabkan Liverpool semakin buruk

1. Kehilangan bek tengah

liverpool semakin buruk
paling kanan Virgil van Dijk, paling kiri Joe Gomez

Salah satu faktor besar yang membuat Liverpool semakin buruk adalah kehilangan bek tengah mereka karena cedera. Di posisi itu, ada bintang mereka yang juga turut menjadi penyumbang gol. Kehilangan Virgil van Dijk merupakan inti dari permasalahan mereka. 

Tekel maut Jordan Pickford membuat penampilan Liverpool kehilangan arah. Jangan remehkan meski tidak ada van Dijk Liverpool bisa saja menang. Salah besar dengan ucapan seperti itu. Sosok van Dijk di dalam permainan Liverpool itu sangat besar. Selain pandai dalam menjaga pertahanan, ia juga sering melakukan umpan-umpan panjang untuk striker mereka jika mengalami kebuntuan mencetak gol. 

Bukan hanya van Dijk, Liverpool juga kehilangan semua bek tengah mereka. Seperti Joe Gomez dan Joel Matip. Bayangkan saja sebuah tim besar bermain tanpa seorang bek inti. 

2. Striker kurang produktif

Setiap peluang dalam kotak pinalti lawan seharusnya di manfaatkan dengan benar. Hal ini tidak terjadi dengan striker Liverpool musim ini. Peluang begitu banyak, hanya beberapa gol saja tercipta. 

Firmino sebagai striker murni belum menunjukkan kelas nya seperti di musim lalu. Hal itu bisa saja tertutupi karena sayap kanan mereka menjadi Top Skor sementara. 

Ada saatnya Mo Salah akan kesulitan membobol gawang lawan, maka disitulah peran Firmino harus menjadi mesin pencetak gol selanjutnya. 

3. Tidak ada suporter 

liverpool semakin buruk
Anfield Stadium / markas Liverpool

Pandemik menjadi penghalang suluruh pertandingan sepakbola tidak menghadirkan suporter. Suporter bisa disebut juga pemain ke-12. Seperti Liverpool, mereka terkenal memiliki basis suporter tertinggi di Inggris. Sangat menakutkan ketika suporter mereka sudah menyanyikan “You”ll Never Walk Alone” .

4. Memainkan Fabinho sebagai bek

Fabinho cukup baik ketika menjadi bek, Tetapi peran aslinya adalah gelandang bertahan. Situasi ini memang sangat membingungkan Jurgen Klopp.

Lihat saja bagaimana peran Fabinho menjadi gelandang bertahan murni. Tidak ada lawan yang bisa  melewati nya. Satu langkah saja striker lawan berupaya melihatkan skill, tidak segan-segan Fabinho akan langsung merebutnya.

5. Tidak memiliki gelandang serang

Setelah peninggalan  Coutinho, Liverpool belum menemukan pengganti yang tepat. Posisi itu biasanya digantikan oleh Alex-Oxlade Chamberlain. 

Namun sering kali kita melihat penampilannya tidak konsisten. Justru cedera selalu terjadi ketika Liverpool membutuhkan.

6. Harapan terlalu tinggi kepada Thiago Alcantara

Siapa sih tim besar yang tidak menginginkan seorang Thiago. Pemain ini sangat ahli dalam bermain sebagai gelandang. Beruntung Liverpool berhasil memikat hatinya. Namun, jangan langsung berharap akan tampil baik seperti di Bayern dan Barcelona. Meskipun pemain Top, adaptasi merupakan hal yang wajar.

Pendukung Liverpool tentunya sudah berharap Thiago akan menjadi pemain terbaik, tidak semudah itu dan tunggu saja pasti akan cepat menyesuaikan diri. Ia juga memiliki riwayat cedera yang panjang, jadi jangan menginginkan berlebihan kepadanya. Thiago juga harus bersiap karena strategi Klopp akan bermain dengan stamina yang tinggi. 

Nah, Itu saja faktor yang menyebkan penampilan Liverpool semakin buruk. Mungkin ada beberapa pandangan berbeda dari komentator lainnya. Tetapi faktor diatas memang sering dibicarakan media luar.

Buat penggemar Liverpool pasti sudah berharap supaya tim kesayangan kalian kembali seperti sebelumnya. Hanya faktor cedera lah yang menggagalkan setiap tim meraih kemenangan.

khoirul muzzammil

Olahraga adalah teman saya. Jika Anda bertanya seputar olahraga, maka saya akan menemani selama 24 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *