Bek Asing Terbaik di Indonesia Selama 10 Tahun Terakhir

bek asing terbaik di indonesia
Bio, Njanka, Igbonefo, Dutra, Jaimerson

Bek asing terbaik di Indonesia – kurang lengkap rasanya, di Liga Indonesia tanpa pemain Asing. Pemain Asing yang bermain di Indonesia, memiliki kualitas yang sama baik. Rata-rata pemain Asing menjadi pemain andalan di setiap pertandingan. Awal tahun 2000-an menjadi pertama kali pemain Asing mulai memasuki di Liga Indonesia.

Posisi bek menjadi posisi yang paling banyak dihuni oleh pemain Asing. Itu karena, pemain Asing memiliki postur yang lebih tinggi dari pemain Indonesia. Negara yang paling banyak memiliki pemain di Liga Indonesia adalah Brazil. Sudah tidak diragukan lagi bakat-bakat di negara tersebut. Lalu siapa bek Asing terbaik yang pernah bermain di Indonesia !

BACA JUGA : Momen Terburuk Sepakbola Indonesia Tahun 2020

Berikut 5 bek Asing terbaik di Indonesia

Bio Paulin

Bek Asing terbaik di Indonesia yang pertama adalah Bio Paulin. Bio Paulin Pierre adalah pemain sepakbola yang berasal dari Kamerun. Dia mulai masuk di persepakbolaan di Indonesia pada tahun 2006, ketika itu, Ia dia menjadi rekrutan Asing Mitra Kukar. Menjalani pertandingan selama 32 kali, permainan nya di belakang sangat bagus, hingga di musim berikutnya membuat pelatih Persipura meliriknya. 

Saat berseragam Persipura, itu adalah masa kejayaan dari Bio Paulin. Dia sangat tangguh menjaga pertahanan Mutiara Hitam. Ketenangannya dalam merebut bola, membuat striker lawan merasa kebingungan. Banyak striker Indonesia mengatakan, Bio adalah bek yang paling susah dilewati. Dia juga rajin membantu penyerangan, sundulan menjadi andalan mencetak gol.

Selama 10 tahun bersama Persipura, Bio berhasil membawa tiga gelar juara untuk Persipura di Liga Indonesia. Setelah itu, Ia hijrah ke Sriwijaya dan beberapa klub di Indonesia lainnya. Merasa senang di Indonesia, Bio akhirnya memutuskan untuk menjadi Warga Negara Indonesia, berpotensi menjadi bek Timnas Indonesia. Apa yang Kamu ingat dari Bio Paulin ? paling sering diingat, dengan gaya rambut nya yang khas.

Pierre Njanka

Pierre Njanka adalah mantan pemain kunci Timnas Kamerun di era 2000, yang pernah memperkuat dua klub besar Indonesia. Dia juga termasuk pemain alumni Piala Dunia yang pernah merasakan sepakbola Indonesia. Njanka termasuk bek Asing yang memiliki tingkat agresivitas tinggi. Dia tidak segan-segan untuk menekel musuh di depannya, jika itu membahayakan gawangnya. 

Pertama bermain di Indonesia, bersama Persija Jakarta, memiliki kedalam skuad yang bagus, namun sayang Njanka gagal membawa Persija juara di akhir musim. Musim berikutnya, Ia pindah ke Malang untuk memperkuat Arema. Keputusan yang tepat, di musim itu Arema sangat mendominasi, termasuk tim paling produktif, dan hasilnya Njanka berhasil memberikan gelar juara sekaligus hadiah pertama bermain di Indonesia.

Victor Igbonefo

Victor Igbonefo sudah lama sekali mengenal sepakbola di Indonesia maupun Asia Tenggara, rumah kedua setelah Ia memutuskan untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Pemain 35 tahun ini dikenal mampu berkomunikasi dengan baik sesama bek. Pemain yang dijadikan panutan ketika bertanding.

Persipura menjadi tempat pertama merasakan enaknya bermain di Indonesia. Baru masuk di musim pertama, tidak membuat Victor membutuhkan waktu lama merasakan gelar, di penampilan perdana itu langsung mendapatkan satu gelar Liga Indonesia. Sebelum akhirnya di tahun 2007, Dia mendapatkan duet bek yang sangat tangguh bersama Bio Paulin. Alhasil dua gelar juara diraihnya tahun 2008 dan 2010.

Memutuskan hijrah ke Arema dan beberapa klub Thailand seperti PTT Rayong, Navy dan lain, namun tetap kecintaannya kepada Liga Indonesia sangat besar. Kini Ia bermain di Persib Bandung.

Otavio Dutra

Otavio Dutra adalah pemain sepakbola yang berposisi sebagai bek. Pemain asli asal Brazil ini sudah 10 tahun merasakan atmosfer sepakbola Indonesia. Mulai dari dua lisensi Liga Indonesia, pertama kali datang, Dutra memperkuat Persebaya 1927. Karena memiliki postur yang tinggi dan gaya bermainnya sangat tenang, Persipura mencoba untuk menggodanya untuk bergabung. Akhirnya di tahun 2012, Ia berhasil bermain untuk Persipura dan juara di tahun tersebut.

Dutra juga pernah merasakan gelar juara liga Indonesia lagi bersama Bhayangkara tahun 2017. Setelah itu, Ia mencoba lagi untuk bermain bersama Persebaya. Tidak betah lagi bersama Persebaya, Dutra hengkang ke Persija, keputusan yang sangat kontroversial, pasalnya dua klub ini memiliki rivalitas tinggi, namun tidak membuat Dutra gentar. Meskipun sudah memasuki usia 37 tahun, penampilan Dutra masih sangat baik dan disiplin.

Jaimerson Xavier

Bek Asing terbaik di Indonesia yang terakhir adalah Jaimerson Xavier. Masih berasal dari Brazil, kali ini ada sosok bek tangguh yang jago dalam spesialis bola mati, Jaimerson da Silva Xavier. Persija sangat beruntung ketika pertama kali merekrutnya langsung mendapatkan gelar juara. Pemain ini sangat diandalkan Persija dalam bola-bola mati, entah dari tendangan sudut maupun tendangan bebas. Tendangan kerasnya mampu menjebol gawang lawan. Ketika bertahan, Jaime mampu menjaga dengan baik dan ketika menyerang Ia mampu sebagai pencetak gol yang baik. Kini Jaimerson bergabung bersama Madura United.

Itulah beberapa nama bek Asing terbaik di Indonesia. Otavio Dutra masih menjadi yang terbaik saat ini meskipun sudah memasuki usia pensiun, jarang sekali Ia melakukan tekel-tekel kasar, bek yang tenang dan tangguh.

khoirul muzzammil

Olahraga adalah teman saya. Jika Anda bertanya seputar olahraga, maka saya akan menemani selama 24 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *